MY View

Based on my opinion

Aceh Bakalan Pecah dan Hancur seperti Yugoslavia

Persoalan ALA, ABBAS, ACEH tinggal menunggu hari...
Aceh itu ibarat negara Yugoslavia.



Mirip Kan wilayah geografinya.


Sekarang Yugoslavia sudah hancur berkeping-keping tinggal nama.
Aceh segera menyusul...

Yugoslavia  merupakan sebuah negara yang pernah ada di daerah Balkan, di sebelah tenggara Eropa, dari tahun 1918 sampai tahun 2003. Dalam perjalanannya, negara ini pernah berbentuk kerajaan dan republik. Negara ini beribukota di Beograd.

Negara-negara pecahan Yugoslavia:

Aceh  adalah sebuah provinsi di Indonesia. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh.

dan kini aceh menghadapi gerakan 'separatis' bernama 'ALA' dan 'ABBAS'. yang akan membuat aceh berkeping-keping hancur tinggal nama seperti Yugoslavia.


Alasan Masyarakat ALA, ABBAS ingin pisah dari Aceh
Qanun Wali Nanggroe, yang disahkan DPRA 2 Nopember 2012 Qanun tersebut tidak mengadopsi seluruh aspirasi penduduk yang ada di seluruh wilayah Aceh. Itu untuk kepentingan mantan kelompok, terutama mantan GAM, ada salah satu pasal yang tidak mengakui suku lain.
Qanun tersebut ada salah satu pasal yang menyebutkan seakan tidak ada suku bangsa yang lain di Aceh, dimana disana juga disebutkan bahasa resmi adalah Bahasa Aceh. Gayo adalah suku Bangsa. Dengan isi Qanun seperti itu, itu sama saja dengan memusnahkan/ genocide terhadap suku Gayo, Alas dan Singkil yang juga berada di Aceh. ? Tetapi pemusnahan bukan dengan cara di tembak, tapi dengan cara regulasi/peraturan. Artinya suku bangsa lain di Aceh ngak diakui

Setelah penandatanganan perdamaian MoU Helsinki antara Pihak GAM dengan Indonesia, timbulah benih-benih ketidakpuasan rakyat yang tinggal di poros leuser, bukan karena tidak senang dengan adanya perdamaian di bumi rencong ini sejak 32 tahun hidup dalam kekacauan,ketidakpuasan itu timbul dimulai dengan tidak dilibatkannya perwakilan dari suku-suku yang ada di Aceh pedalaman dalam perundingan di Helsinki, itu sama saja seakan-akan di Aceh hanya ada satu suku etnis dan etnis lainnya tidak diakui, karena itu juga mucul jargon bahwa, "qanun tidak berlaku di Poros Leuser" dan juga persoalan qanun wali nangroe yang sangat menyakiti rakyat GAYO, ALAS, KLUET, ANEUK JAME, DAN SINGKIL. di dalam qanun tertulis bahwa "wali nanggroe hanya boleh di duduki oleh orang yang bisa berbahasa Aceh saja" Nah dari situ timbul pertanyaan di dalam kalangan rakyat Leuser, untuk apa mereka tetap bertahan di dalam rumah yang kepala keluarganya(Banda Aceh) sudah tidak mengakui mereka sebagai salah satu dari anaknya.

Qanun yang menyebutkan Wali nanggroe adalah lembaga yang mengukuhkan gubernur secara adat, artinya Wali nanggroe juga dapat mencabut jabatan Gubernur, artinya bukan gubernur saja bisa dicabut jabatannya, tetapi pemerintahan Aceh juga bisa diambil alih. didalam Qanun tersebut juga wali Nanggroe dapat mengurus persoalan ekonomi industri serta membangun kerja sama dengan internasional. Ini sudah tumpang tindih dengan fungsi dan tugas gubernur, Qanun Wali Nanggroe juga memecah wilayah Aceh  !

Selain itu ada lagi yang membuat kesenjangan itu semakin menjadi dengan pengesahan bendera dan lambang Aceh baru yang semakin menyudutkan rakyat Leuser, dimana jelas-jelas bendera bulan bintang itu sangat mirip dengan bendera saparatis GAM dahulu, sedangkan rakyat poros Leuser dalam perjalanannya tetap komitmen bahwa bendera "MERAH-PUTIH" takkan tergantikan. Dan dalam lambang Singa dan Burak binatang bermuka perempuan (Lambang Aceh) tersebut juga tidak menggambarkan kondisi adat dan istiadat Aceh. Burak yang bergambarkan muka perempuan ini merupakan sebuah pelecehan terhadap islam yang dibuat oleh Zionis terhadap Nabi Muhammad SAW. Bagaimana ilustrasi kepada kenderaan nabi, dibuat badan binatang bermuka manusia, itu pelecehan terhadap islam !!!! bodoh skali pihak yang merancang lambang aceh tsb.

dan dibalik skenario besar ini...
pihak yang paling diuntungkan adalah...



Mission Accomplished ! LOL.

Thanks you sir !

Sebuah quote...
Aceh memang selalu menang melawan penjajah ( Portugis, Belanda, Inggris, Jepang : red)... tetapi Aceh selalu kalah dengan bangsa Jawa. 
You have no power here Acehnese !!! cause We have this. 



Okay. bye.....



0 comments:

Post a Comment

Aceh Bakalan Pecah dan Hancur seperti Yugoslavia