MY View

Based on my opinion

Proyek Abadi Dinas PU


Pengecoran, perbaikan, galian, pengecoran dan perbaikan. Ya begitu lah kira-kira kerjaan monoton berkelanjutan dinas PU indonesia. atau lebih dikenal dengan proyek abadi dinas PU. 



Apakah proyek abadi ini cuma akal-akalan segelintir pihak saja? kurang serius mengelola infrastruktur daerah menjadi lebih berkualitas dan tahan lama? 

Atau pemprov dianggap tidak berani menambah anggaran pembangunan infrastruktur jalan raya agar pekerjaan ini tidak menjadi proyek abadi. hmmm... what a big question !

jika Pemprov berani menambah anggaran infrastruktur jalan raya, setidaknya kontrak tahun jamak dapat terealisasi. Jelang Lebaran pasti selalu ada perbaikan. Ada apa? Kalau Pemprov berani melakukan kontrak tahun jamak atau multiyears untuk pembangunan jalan, rasanya masyarakat tidak akan terganggu dengan adanya proyek perbaikan jalan menjelang Lebaran. 

Sayangnya selama ini tidak ada kepastian berapa anggaran untuk pembangunan jalan milik provinsi setiap tahunnya. Selama ini proses penganggaran yang terkait administrasi kontrak dan masalah cuaca jadi kendala...

proses lelang biasanya baru dimulai pada Januari. Masa lelang membutuhkan waktu 58-62 hari, sehingga Maret baru selesai. Kemudian proses pekerjaan dilakukan selama tiga bulan atau sekitar Juni. Itu belum bila ada sanggahan dalam proses lelang dan sebagainya sehingga paling tidak Agustus bisa selesai.
Terkait faktor cuaca, praktis pekerjaan juga bisa dilakukan secara efektif mulai Juni sampai Oktober. Sehingga ada kesan proyek pembangunan jalan selalu dilakukan bersamaan dengan Lebaran.


Kenapa kondisi jalan tidak tahan lama? apakah cuma alasan classic 'beban muatan' kendaraan atau genangan air saja? 

Permukaannya selalu rusak setiap hujan melanda sehingga proyek pengaspalan setiap tahunnya selalu dianggarkan. Selama ini kan rasanya hanya tempel-tempel (aspal) saja. Saya rasa ada teknologi dari Eropa, setelah dibongkar, jadi kuat. ---> perlu belajar ke negara modern ! like German or USA.

Pola pengerjaan pun masih terlihat kuno, sehingga pekerjaan menjadi tidak efektif serta efisien. Sudah rugi uang lantaran tiap tahun menganggarkan di sektor sama, pemerintah juga rugi waktu karena hanya fokus ke satu pekerjaan, yakni penambalan aspal saja. Padahal, ada hal lain yang memerlukan penataan.

Selama ini, setiap tahunnya, Dinas PU  selalu menganggarkan dana tersendiri untuk menambal jalan rusak. Bahkan, Dinas PU  memiliki “anggaran sewaktu-waktu”. Anggaran itu untuk keperluan pembenahan infrastruktur yang mendesak. Salah satunya adalah menambal jalan berlubang.

Mengapa ini bisa terjadi? 

1. kualitas hasil pengerjaan jalan pun patut dipertanyakan !
Situasi skrg , jalanan banyak yang bergelombang, naik /turun tidak jelas, sudah pasti akan terjadi genangan.



2. Penggalian drainase yang asal-asalan pun jadi biang keroknya.
Selama urusan galian dan drainase tidak pernah dibereskan, warga juga tidak dipaksa untuk bikin pagar tidak melebihi jalur got di depan rumah/toko, maka urusan perbaikan jalan akan terus jadi proyek abadi yang sangat didambakan dan dielu2kan oleh orang2 PU. itu sumber uang tetap mereka. 
Harusnya ada orang pengawas yang incharge untuk per wilayah2 yang kerjanya keliling untuk cek2 tempat & pekerjaan penggalian kabel. catat perusahaan2 siapa saja yang punya kerjaan. setelah selesai, ia bikin laporan harian. bila ternyata hasil galian tidak beres, laporan dia sudah langsung ke kadis dan copy ke gubernur.

biar ga “proyek abadi”, mesti sediakan ruang untuk pipa air,pipa gas, kabel2, setelah itu baru bisa di cor dengan teknologi canggih supaya tahan 10-20tahun.

Namun, selama masih terus berlanjut galian kabel ataupun pipa dari perusahaan negara, mustahil jalanan bakal tahan lama

3. Mungkin teknologinya mesti dikaji kembali siapa tau selama ini yg digunakan teknologi (Gali Lobang Tutup Lobang) dalam pengerjaan jalan.

4. Sebaiknya diberikan ke BUMN saja
Kan lebih mudah melakukan auditnya dan untuk pencegahan Anggaran serta kwalitasnya terjamin
dan dibuat kontrak dengan specs dan kwalitas yang jelas dan garansi yang jelas.

kalau jalan berlobang tiap tahun diberitahu alasannya karena kena hujan terus masyarakat percaya ,padahal banyak juga masyarakat (silent majority)yang paham bahwa kalau di Negara maju koq tidak seperti begini ! jangankan berlobang, cari jalan becek saja susahnya setengah mati. Mau lihat yang namanya got saja susah ,karena semua tertutup rapih.
Di negeri tetangga, 'singapura',  juga ada sih jalan yg rusak, tapi lapor sore ini, besok pagi udh mulus kembali

Kita tidak perlu malu selama ada niat untuk perbaikan dan kemajuan ,harus jujur dan ksatria.








0 comments:

Post a Comment

Proyek Abadi Dinas PU